Mengapresiasi suatu karya sastra pada hakikatnya adalah menghargai, memahami, dan menghayati karya sastra. Untuk dapat berbuat demikian, kita harus tahu dulu unsur apa saja yang terkandung dan membangun suatu karya. Tanpa mengetahui unsur yang membentuknya tidak mungkin kita dapat memberikan penghargaan yang wajar terhadapnya. Dalam bagian ini, kalian akan berlatih mengidentifikasi unsur karya sastra Melayu Klasik.
Unsur intrinsik karya sastra Melayu Klasik, tidak jauh berbeda dengan unsur instrinsik karya sastra jenis prosa lainnya. Unsur instrinsik tersebut antara lain: tema, plot atau alur, penokohan, latar, dan amanat. Untuk mengetahui unsur-unsur instrinsik naskah di atas, bacalah uraian di bawah ini dan jawablah pertanyaan yang menyertainya!
Tema
Tema adalah pikiran pokok yang mendasari suatu cerita. Tema tersebut kemudian dikembangkan menjadi jalinan cerita yang disampaikan melalui tokoh, setting, dan suasananya. Untuk mengetahui tema, ketika membaca karya sastra Anda dapat bertanya “Masalah apakah yang dibahas dalam cerita di atas?” Jawaban dari pertanyaan itu adalah tema. Menurut Anda, manakah tema-tema berikut yang paling sesuai untuk
this blog just to share knowledge. Don't forget to follow and leave your comment !!
Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra Melayu Klasik
Selasa, 29 Maret 2011
Diposting oleh vhatimaa antika di 00.51 1 komentar
Label: Bahasa Indonesia
Alur Dan Pengaluran
Alur Dan Pengaluran
Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian :
(1) Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya.
(2) Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.
(3) Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru.
(4) Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya.
(5) Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.
(6) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.
Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran
Diposting oleh vhatimaa antika di 00.49 0 komentar
Label: Bahasa Indonesia
Tema,Alur,Penokohan, Dan Setting Tempat
Tema, Alur, Penokohan dan Setting Tempat
- Tema merupakan dasar cerita yang paling penting dari seluruh cerita. Tanpa tema, sebuah cerita rekaan tidak ada artinya sama sekali. Selain itu, tema juga merupakan tujuan cerita, atau ide pokok di dalam suatu cerita yang merupakan patokan untuk membangun suatu cerita. Dengan kata lain, tema adalah suatu unsur yang memandu seorang pengarang sebagai ide utama atau pemikiran pokok, ke mana sebuah cerita akan diarahkan. Robert Stanton menempatkan tema sebagai sebuah arti pusat dalam cerita, yang disebut juga sebagai ide pusat dan Stanton juga menyatakan bahwa tema cerita berhubungan dengan makna pengalaman hidupnya. Oleh karena itu, tema menjadi salah satu unsur dan aspek cerita rekaan yang memberikan kekuatan dan sekaligus sebagai unsur pemersatu kepada sebuah fakta dan alat-alat penceritaan, yang mengungkapkan tentang kehidupan. Tema selalu dapat dirasakan pada semua fakta dan alat penceritaan di sepanjang sebuah cerita rekaan.
Tema tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan yang dikemukakan pengarang dalam karyanya sebab tema selalu berkaitan dengan masalah (kehidupan) yang dikemukakan dalam cerita rekaan tersebut. Akan tetapi tema tidak sama dengan masalah. Tema adalah suatu (hal) yang berkaitan dengan pandangan, pendapat, ataupun sikap pengarang tentang suatu masalah, sedangkan masalah adalah sesuatu hal yang haarus diselesaikan. Sebuah tema pada dasarnya merupakan abstraksi dari suatu masalah. Oleh karena itu,
Diposting oleh vhatimaa antika di 00.48 0 komentar
Label: Bahasa Indonesia
Tokoh Dan Penokohan
1. Tokoh Utama
• Tokoh utama adalah tokoh yang dinamis sehingga sifat mereka sewaktu-waktu dapat berubah.
• Tokoh utama yang berkuasa atas jalannya cerita.
• Tokoh ‘major’ tidak selalu menjadi tokoh utama.
• Tokoh sentral adalah tokoh utama dibagi lagi menjadi dua yaitu, protagonis dan antagonis.
• Biasanya ada beberapa tokoh dalam sebuah cerita, namun untuk tokoh utama biasanya hanya ada satu.
• Tokoh Major biasanya yang tokoh bulat.
• Contoh: Hasan dalam buku Atheis
2. Tokoh Periferal/ Pembantu
• Terkadang tokoh periferal adalah tokoh yang membantu tokoh utama untuk melawan tokoh antagonis
• Tokoh periferal adalah tokoh yang membantu jalannya sebuah cerita, tetapi tidak selalu menjadi sebuah sorotan.
• Untuk tokoh bawahan dibagi menjadi dua juga yaitu, tambahan dan andalan.
• Tokoh pembantu atau periferal adalah tokoh yang statis sehingga sepanjang cerita, karakter tersebut tidak akan mengalami perubahan.
• Tokoh periferal hanyalah pembantu atau yang mendukung tokoh utama.
• Kehadiran tokoh periferal pun dapat mengambil perhatian penonton.
• Contoh: Rusli dan Kartini dalam buku Atheis.
3. Tokoh Antagonis dan Protagonis
• Tokoh protagonis
o Menurut tema tradisional: Tokoh yang berkarakter positif.
Karena berkembangnya sastra:
o Tokoh utama dalam cerita yang diceritakan untuk menjadi pusat perhatian pembaca.
o Tidak harus ‘baik’.
o Biasanya diklasifikasikan menjadi tokoh bulat.
o Tokoh yang mengangkat tema.
o Tokoh yang harus selalu ada sampai terakhir.
Contoh:
Teto dalam buku Burung- Burung Manyar merupakan tokoh protagonis walaupun dirinya melawan
Diposting oleh vhatimaa antika di 00.47 0 komentar
Label: Bahasa Indonesia
